Gaya Hidup

The Hairstory

Gaya, Simbol Perlawanan, dan Identitas.


UNTUK URUSAN PENAMPILAN, pria memiliki lebih sedikit pilihan dibandingkan wanita. Begitu juga soal rambut. Meski kelihatannya begitu-begitu saja, sebenarnya tatanan rambut pria telah mengalami evolusi. Figur-figur publik seperti aktor film, musisi, hingga atlet turut andil menciptakan tren rambut pria dari dulu hingga kini. Simak rangkuman perjalanan tren rambut pria selama lima dekade terakhir.

’50-an

SIDEBURNS
Era ‘50-an, para pria umumnya tampil konservatif dengan rambut belah pinggir dan tersisir rapi. Mereka yang tidak ingin tampil standar, biasanya memberi aksen sideburns, atau jambang yang menjulur ke arah dagu. Inspirasi yang sangat dipengaruhi oleh musik rock ‘n roll ini dipopulerkan oleh dedengkot musik itu sendiri, Elvis Presley.

’60-an

MOP TOP
Di awal ‘60-an, grup The Beatles mulai menginvasi dunia. Gaya rambut mereka pun banyak ditiru. The Fab Four memopulerkan rambut berponi yang sepintas tampak seperti mangkuk terbalik. Gaya rambut seperti ini kemudian dikenal dengan nama moptop.

HAPPY HIPPIE
Memasuki paruh akhir ‘60-an, giliran demam hippies melanda dunia. Rambut para pria dan wanita dibiarkan menjuntai, sesuai paham kebebasan yang mereka anut. Pentolan The Beatles, John Lennon dan istrinya, Yoko Ono, turut terjangkit fenomena ini. Seperti kita tahu, karena mereka duni amengenal idiom“Hair peace, bed peace.”

’70-an

MAMBO AFRO
Di era ‘70-an pria tampil lebih rebellious dengan rambut panjang melebihi bahu. Saat itu banyak orang mengasosiasikan rambut gondrong dengan premanisme yang erat hubungannya dengan alkohol, narkoba, dan kriminalitas. Modellainyang juga tenar adalah gaya afro atau kribo. Indonesia punya ikon-nya, rocker gaek Ahmad Albar yang hingga kini setia dengan rambut afro-nya. Bersama Ucok AKA ia pernah mendirikan grup musik Duo Kribo.


’80-an

HAIR METAL
Sepertinya rambut panjang jarang “direstui” sebagian besar masyarakat Indonesia. Di era ‘70-an, razia rambut gondrong kerap digelar di sekolah dan di jalan-jalan. Bahkan konon pernah dibentuk Badan Koordinasi Pemberantasan Rambut Gondrong (Bakoperagon). Lucu memang, persoalan rambut juga diurus pemerintah. Sejarawan muda Aria Wiratma Yudhistira membahas hal ini dalam bukunya, Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an. Namun siapa sangka, satu dekade kemudian, tren rambut panjang kembali populer, seiring dengan Hair Metal atau Glam Metal, genre musik cadas dimana para personelnya suka mengibas-ngibaskan rambut di atas panggung, yang tengah naik daun.

.

MULLET
Era ‘80-an adalah masa kejayaan aliran musik new wave dan disko. Anak-anak muda seakan terhipnotis dengan warna-warna mencolok yang kemudian diaplikasikan pada pakaian dan aksesoris gaya rambut pun berbelok ke arah yang lebih edgy, asimetris, dan terlepas dari gaya yang kaku. Tidak perlu malu kalau Anda juga pernah mengadopsi gaya yang kita kenal dengan mullet ini. Anda tentu masih ingat Lupus, tokoh rekaan yang menjadi ikon ‘80-an, yang kerap menyembunyikan kuncirnya ke dalam kerah seragam ketika terjadi pemeriksaan rambut. Selain itu, pada dekade ini juga dikenal istilah “rambut besar”. Pemuda-pemudisaat itu memilih rambut panjang dan bertekstur ombak yang dibiarkan mengembang. Jangan pura-pura lupa seperti apa bentuknya, bongkar saja album foto-foto lama Anda.

’90-an

MOHAWK
Di akhir ‘80-an demam punk mewabah. Meski agak terlambat datang dan tak seheboh di Amerika, semangat perlawanan punk turut menjalar k eIndonesia. Saat inilah kita mulai melihat anak-anak muda bergaya rambut mohawk yang tatanan dan warnanya selalu menarik perhatian. Gaya rambut yang terinspirasi masyarakat Indian ini hingga sekarang masih disukai banyak orang, termasuk aktor Orlando Bloom.


ALTERNATIVE NATION
Jika dilihat dari perpetaan musik, era ‘90-an adalah masa musik alternatif. Kurt Cobain dengan Nirvana-nya begitu menginspirasi generasi muda saat itu. Rambutnya yang lurus dibiarkan menjuntai sebatas bahu turut ditiru oleh penggemarnya. Jika ada model lain, jambul ala Tintin adalah rival terdekatnya. Hanya saja mereka keluar di paruh waktu yang berlainan. Rambut Cobain di paruh awal, sementara Tintin di paruh akhir. Keduanya berakhir ketika kita memasuki tahun 2000.


2000-an

FAUXHAWK
Berterimakasih lah kepada David Beckham. Mungkin ia penyelamat dekade 2000-an dengan gaya rambut spike dan fauxhawk (mirip mohawk namun tanpa cukur habis rambut di bagian samping). Kedua gaya rambut ini, khususnya fauxhawk digemari karena dapat membuat si pemilik rambut terlihat fresh dan stylish.Dipadukan dengan setelan jas mewah pun tak akan melunturkan kesan elegan Anda.

Foto: Dari berbagai sumber.
Publikasi: Esquire Indonesia edisi Mei 2010.

*Catatan penulis
Artikel ini merupakan bagian dari artikel tema yang membahas tentang tren rambut. Di bagian awal, saya dibantu Ivan Loviano juga menghadirkan gaya-gaya rambut yang ngetren di tahun 2010 menurut empat pakar tata rambut, Rudy Hadisuwarno, Irwan Rovanidoke (Irwan Team), Gusnaldi, dan Harun (untuk Peter F. Saerang).
Share this post:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *