100 words story

#2: Soal Menikah

Dua tengah malam lalu ada diskusi seru. Tapi berujung jadi debat saru. Bukan soal moral atau porno yang bikin parno, tapi lembaga yang anggotanya cuma dua: pernikahan. Kata kang mas penyiar yang blasteran Jepang-Hawaii, mayoritas resepsi pernikahan di Indonesia cenderung boring. Dua keluarga mejeng berjam-jam dan para tamu yang sibuk antre untuk salaman. Narasumber yang suka pakai sendal Crocs tak mau kalah. Dia bilang, resepsi pernikahan di sini cenderung berarti pesta orangtua kedua mempelai. Tak heran jika jumlah undangan mencapai ribuan. Tengok saja pesta Bakrie yang lalu, katanya. Saya jadi penasaran, apa ya komentar peserta nikah massal tentang hal ini?

Share this post:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+Email this to someone

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *