Celoteh

Gentrifikasi Pasar Santa?

Beberapa hari ini, di timeline path gue banyak yang share komikazer. Ngehe ya, pas banget memang sama situasi saat ini.

Tapi nanti dulu, ternyata ada yang bisa dibahas lebih lanjut dari sekadar gaya-gayaan.

Pernah dengar istilah gentrifikasi (gentrification) nggak? Ini arti lengkapnya:

“The buying and renovation of houses and stores in deteriorated urban neighborhoods by upper- or middle-income families or individuals, thus improving property values but often displacing low-income families and small businesses.”

Ternyata sejak beberapa tahun belakangan, istilah ini rame lho di Eropa. Jerman khususnya. Malah sampai ada unjuk rasa menentang gentrifikasi (atau hipsterised?) di Berlin. Dan Leipzig, yang kini jadi pusat atraksi wisata yang menyasar kaum muda dan kreatif, disebut-disebut contoh kota yang berhasil dibikin keren.

Kembali ke Jakarta, Kemang bisa jadi contoh gentrifikasi paling kentara. Dan kembali ke Santa, terlepas dari gaya-gayaan, bukan gak mungkin pasar yang awalnya diperuntukkan bagi PKL itu juga merupakan bagian dari ‘rencana besar’ gentrifikasi pemkot? Atau justru masyarakatnya sendiri yang secara gak sadar membuatnya begitu.

Jadi kalo nanti lagi pada ngumpul dan nyindir/sinis soal Pasar Santa yang lagi hip, gue titip obrolan soal gentrifikasi ini. Soalnya, ya kita-kita ini juga yang jadi target utamanya; kaum muda dan kreatif.

Happy weekend!

Bacaan:
http://m.vice.com/en_uk/read/berlins-war-against-gentrification

www.newrepublic.com/article/119394/new-berlin-rise-and-fall-cool-cities

Share this post:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *