Couscous, Sensasi Pasta Mini Timur-Tengah

Jangan lihat dari namanya. Meski terdengar seperti nama hewan nocturnal asal Sulawesi, Kuskus, couscous tak ada sangkut pautnya sama sekali dengan si mata belo itu. Couscous terbuat dari gandum Semolina yang dibalut oleh tepung gandum murni. Bentuknya partikel-partikel kecil menyerupai beras, dengan ukuran diameter sekitar satu milimeter.

Makanan yang berasal dari Timur-Tengah ini memang tak begitu populer di Indonesia. Tapi di negara-negara asalnya seperti Maroko, Tunisia, Libya, dan Algeria misalnya, makanan ini diposisikan sebagai salah satu makanan utama, bersanding dengan nasi. Salah satu sumber tertulis pertama yang mencantumkan sajian ini sebagai makanan populer adalah The Book of Cooking in the Maghreb and Al-Andalus, dari abad ke- 13. Dulunya, couscous merupakan makanan utama Dinasti Nasrid di Granada, Andalusia, Spanyol.

Crispy Kibbeh Zahir

Cara memasaknya sebenarnya tidak sulit. Cukup direbus biasa seperti spaghetti (al dente), kondisi ketika pasta mencapai tingkat kekenyalan yang pas, tidak terlalu keras tapi juga tidak terlalu lunak. Hanya saja, waktu perebusannya lebih sebentar dibandingkan spaghetti, sekitar 5-6 menit. Selain sebagai khas makanan utama, makanan ini juga bisa disajikan sebagai hidangan sampingan dan penutup, baik secara dingin maupun hangat. Sedangkan untuk urusan bahan campuran, sangat mudah divariasikan dengan berbagai jenis daging dan sayuran. “Umumnya yang dipakai adalah daging kambing. Selain karena tekstur yang dihasilkan lebih sempurna, rasanya pun lebih nikmat!” ujar Luqman Hakim yang bekerja sebagai salah satu chef di Samarra Resto.

Tips memasak CousCous:

  • Siapkan couscous sebanyak yang Anda butuhkan.
  • Masukkan ke dalam air rebusan yang telah mendidih.
  • Tunggu hingga ± 5-6 menit, kemudian tiriskan.
  • Lumuri dengan sedikit minyak zaitun agar tidak lenget.
  • Couscous siap diolah sesuai selera.

Salah satu contoh menunya adalah Crispy Kibbeh Zahir yang berbahan dasar couscous, daging kambing, dan kacang mete. Couscous dalam menu ini tak terlihat lagi wujudnya karena telah menyatu dengan bahan-bahan lainnya saat proses pengolahan. “Makannya dicampur saus Coriander Raita yang terbuat dari yoghurt dan daun coriander. Biar lebih nikmat dan berguna juga untuk menekan kolesterol dalam darah karena kandungan yoghurt itu tadi,“ pungkas Luqman. Menu lain Samarra yang juga menggunakan couscous adalah Little Marrakech, dengan tuna sebagai bahan campuran utamanya. Namun jika ingin merasakan makanan eksotis ini selayaknya nasi, Anda bisa mencoba couscous polos, dan menu pendampingnya dapat disesuaikan dengan selera Anda.

Foto: Insan Obi, Getty Images
Publikasi: Esquire Indonesia edisi September 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *